Pariwisata Loteng Masih “Terpasung”

muhalip

Muhalip

Pengelolaan pariwisata di Lombok Tengah saat ini masih “Terpasung”. Demikian disampaikan salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, H.Muhalip, Senin (4/1) 2015 ditemui di Kantor DPRD setempat.
Hal tersebut akibat dari berbagai faktor yang saat ini masih bergelayut dan menghalangi cahaya dalam rangka memajukan dunia pariwisata di Lombok Tengah. Antara lain yang dilihat oleh Muhalip, yakni pengelolaannya yang masih belum maksimal.”Pengelolaanya masih setengah-setengah dan terkesan asal-asalan. Dan pendapat saya ini sering saya sampaikan lagsung ke Dinas terkait,”ungkapnya.
Walau menjadi andalan dan tidak dipungkiri menjadi salah satu sumber PAD Lombok Tengah, hingga saat ini kemajuan pariwisata masih berjalan didtempat dan bagai “Terpasung”. Hal itu menurut Muhalip karena pariwisata belum bisa menghasilkan anggaran yang maksimal untuk mengelola dirinya sendiri. Ia mencontohkan seperti di Bali yang setiap jalan masuk suatu desa wisata memiliki pintu masuk dan harus membayar karcis masuk.”Kenapa disini hal itu belum bisa diberlakukan. Apalagi didesa Adat Tarditional Sade, tidak dipungut biaya masuk disana,”ujarnya.
Selain itu, masalah keamanan yang saat ini walau berangsur-angsur membaik lanjut Muhalip, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satu cara yang ditawarkan, yakni dengan mepersataukan lembaga-lembaga keamanan yang saat ini ada ditengah masyarakat khususnya diwilayah pariwisata.”Di Kute misalnya, disana ada beberapa lembaga keamanan masyrakat yang ada. Disaat salah satunya merasa tidak diakomodir maka mereka yang membuat masalah,”ungkapnya.
Untuk itu, semua lembaga kemanan masyarakat tersebut harus dikendalikan oleh satu komando, misalnya dibawah pihak desa setempat. Begitu juga saat ada insentif yang harus diterima mereka dari para pelaku wisata atau penmgusaha, maka harus melalui satu pintu.”Tidak seperti saat ini, semua melakukan pungutan kepada pihak pelaku wisata, akibatnya para pengusaha wisata ini menjadi kewalahan dan tidak merasa nyaman dalam bekerja,”jelasnya. |***