Element Masyarakat Belum Satu Faham Soal Pariwisata

H. M. Mayuki

H. M. Mayuki

Salah satu penyebab lambanya laju perkembangan pariwisata di Lombok Tengah, belum adanya satu pendapat antara budayawan, agamawan dan pelaku wisata mengenai dunia pariwisata itu sendiri. Demikian disampaikan Salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, H.Mayuki,S.Ag, Selasa (19/1) 2016 ditemuai di Kantor DPRD.
Di Lombok pada umumnya, tokoh agama yang ada masih sangat khawatir dengan dampak dunia pariwisata yang akan mewarnai kehidupan bermasyarakat, khususnya anak-anak yang rentan meniru budaya-budaya barat yang sangat tidak sesuai dengan adat ketimuran.”Misalnya, seperti cara-cara berpakian, minum-minuman keras dan budaya-budaya barat lainya,”katanya.
Berbeda dengan Bali, lanjut Mayuki, antara agama dan budaya serta para pelaku wisatanya memiliki kesamaan. Sehingga dalam mengembangkan pariwisata didaerah tersebut sangat mudah. Ia mencontohkan, soal budaya seni ukiran dan seni patung yang memiliki kesamaan dengan agama kebanyakan warga dan tokoh setempat.”Ini menciptkan satu kesatuan dan menjadi potensi besar pariwisata bali yang kemudian dikembangkan pemerintah setempat,”ujarnya.
Untuk itu lanjut H.Mayuki, perlu adanya menyatukan tekad dan pemahaman terkait dengan bagaimana dunia pariwisata di Lombok Tengah ini dikembangkan. Semua element masyarakat dalam sebuah forum diskusi yang nantinya dijadikan sebagai sebuah keputusan tentang seperti apa pariwisata kedepan.”Kalau semua memiliki satu pandangan soal wisata ini, maka saya yakin pemerintah memiliki arah yang jelas bangun pariwisata. Apalagi saat ini berkembang yang namnya Wisata Syariah,” pungkasnya. |*