Pemuda Harus Berperan Aktif Pada Setiap Lini Pembangunan

Sammsul Qomar

Sammsul Qomar

Sejumlah ide cemerlang bagaimana melibatkan pemuda berkonstribusi dalam setiap lini pembangunan, dilontarkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Tengah, yang juga selaku Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah  M.Samsoel Qomar,S.Sos, Selasa (19/1) 2016 di Praya.
M.Samsoel Qomar menyatakan, pihaknya sudah melakukan audiens dengan Penjabat Bupati Lombok Tengah, Ibnu Salim,SH.M.Si beberapa waktu lalu dan bupati menyatakan menempatkan pemuda sebagai  hal yang strategis sesuai dengan bidangnya.”Bupati saat itu sepakat pemuda senantiasa secara intens ikut dalam setiap lini pembangunan di Lombok Tengah,”katanya.
Samsoel mencontohkan, pada Coore Event Bau Nyale tahun 2016 ini, tidak ada lagi Event Orgaizer (EO) yang berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak ada lagi pemuda yang hanya menjadi penonton. Mereka harus bergerak dan ikut mensukseskan Event dunia tersebut.”Bupati sepakat lagi pemuda harus dilibatkan tentunya dengan porsi yang sesuai dengan kemampuanya,”imbuhnya.
KNPI lanjut Samsoel Qomar, diminta Bupati untuk berkoordinasi dengan Sekda sebagai ketua panitia, Kadis PU sebagai pealsana tehknis yang sekaligus sebagai panitia pelaksana agar pemuda nantinya bisa terlibat lebih maksimala dalam Coore Event Bau Nyale yang dalam beberapa minggu kedepan akan segera dilaksanakan. “Tahun KNPI harus terlibat aktif dan tidak seperti dulu yang justeru bikin acara sendiri yang penting ada,”jelasnya.
Untuk itu pada tahun ini lanjut Samsoel, pemuda akan berperan aktif ikut sukseskan Bau Nyale dengan konsep-konsep kepemudaan. Pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh organisasi kepemudaan untuk berdiskusi terkait dengan pelaksanaan bau nyale tersebut. “Bagaimana caranya agar prosesi bau nyale ini dikemas dengan konsep muda namun tidak menghilangkan nuansa adat dan budayanya yang kental,”ujarnya.
Selain itu ungkap Samsoel Qomar, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank NTB, PT.Angkasa Pura I BIL dan lainya, untuk menempatkan Putri Mandalika sebagai icon wisata yang bisa dimanfaatkan. ”Jangan setelah menang sebagai Putri Mandalika terus digunakan hanya sebagai penyambut tamu, selebihnya mereka hanya menganggur,”tandasnya.
Untuk itu kepada perusahaan tersebut, Samsoel meminta satu kursi kosongnya untuk menempatkan pemenang putri nyale tersebut untuk ditempatkan sebagai pegawainya walau hanya sebagai tenaga kerja kontrak atau lainnya. Baik itu di Bank-Bank yang ada di Lombok Tengah atau juga di PT.Angkasa Pura I BIL.”Selain itu, nantinya putri-putri mandalika terdahulu itu, kami punya ide dijadikan sebagai staf penyambut tamu di BIL baik untuk promosi taxi, travel, hotel dan lainya. Jadi saat tamu datang mereka yang sambut dengan pakaian kebaya misalnya,”pungkas Samsoel. *