Pansus LKPJ Gelar Klarifikasi Lapangan Terkait Kinerja Bupati di Bidang Pariwisata

foto-bersama-pansus-LKPJ-DPRD-Loteng-(2)Menaggapi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Tengah (Loteng) Tahun 2015,  khususnya di bidangan Pembangunan Pariwisata bagian selatan Loteng, Panitia Khusus (Pansus)  LKPJ DPRD Loteng  melakukan check on the spot dengan melakukan klarifikasi langsung ke lapangan, Kamis, (21/04/2016).

Ketua dan Anggota Pansus LKPJ DPRD Loteng mengunjungi  langsung lokasi kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Loteng.

Kunjungan lapangan Pansus LKPJ itu di dampingi Kadisbudpar Loteng HL. Muhamad Putria, Ketua PHRI Loteng L. Pathurahman, Kepala Desa (Kades) Selong Belanak HL. Nurtasyim dan sejumlah pelaku pariwisata yang ada di kawasan Pantai Selong Belanak dan sekitarnya.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Loteng Lalu Mas’ud, mengatakan,  kegiatan kunjungan lapangan ke kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak  ini untuk melihat secara langsung proses pembangunan di bidang Pariwisata khususnya yang ada di bagian selatan Loteng.” Ini kunjungan lapangan yang kedua. Tujuan kami untuk melihat secara langsung pembangunan Pariwisata yang ada di bagian selatan Loteng dan sekitarnya,”katanya.

Disela – sela kunjungan lapangan Pansus LKPJ DPRD Loteng, Ketua PHRI Loteng L. Fathurahman, mengungkapkan, masih banyak yang harus diperbaiki dan dibenahi dalam pembangunan Pariwisata, seperti penanganan persoalan Keamanan dan ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) diwilayah kawasan Pariwisata, persoalam Inprastruktur Jalan menuju kawasan Pariwisata dan  persoalan tidak adanya rambu – rambu lalu lintas di sepanjang ruas jalan di kawasan Pariwisata Loteng.”Masih banyak yang harus kita benahi dan perbaiki. Pertama masalah keamanan dan kenyamanan di kawasan Pariwisata harus diperhatikan dan ditangani secara serius oleh Pemerintah Daaerah, karena wisatawan tidak bisa lepas dari rasa Aman dan Nyaman itu. Dan itu menjadi tugas kita semua untuk menciptakan rasa Aman dan Nyaman. Selanjutnya masalah Inprastruktur jalan menuju kawasan Pariwisata, di sepanjang ruas jalan di kawasan Pariwisata tidak ada satupun rambu – rambu jalan yang dipasang, akibatnya banyak wisatawan yang nyasar dan tidak tahu arah. Banyak wisatawan yang menjadi korban tindak pidana kriminal, karena tidak tahu jalur mana saja yang aman untuk dilintasi. Selain itu, karena tidak ada rambu  jalan atau rambu penunjuk arah banyak wisatawan yang tidak mengetahui  jalur dan asal trobos saja,” ungkapnya.

Dalam dalam pertemuannya dengan Pansus LKPJ DPRD Loteng itu, L. Fathurahman juga menyampaikan, belum teralisasinya pembangunan Pos Keamanan di titik – titik rawan di sepanjang Kawasan Pariwisata khususnya di bangin selatan Loteng.

L. Fathurahman mengaku, dirinya selaku pelaku Pariwisata dan Ketua PHRI Loteng telah menyumbangkan lahan masing – masing seluas 4 are di 6 titik rawan yang ada di kawasan Pariwisata Pantai Selong Belanak dan Pantai Torok Aik Belek Desa Montong Ajang Kecaman Praya Barat Daya Loteng.” Pembangunan Pos Keamanan di titik – titik rawan di sepanjang kawasan Pariwisata sampai dengan saat ini belum di laksanakan. Dan oleh pelaku pariwisata ada yang sudah dibangun sebagian yang dikerjakan secara swadaya. Saya selaku pelaku pariwisata telah menghibahkan lahan masing – masing seluas 4 are di 6 titik rawan yang ada di Selong Belanak dan Torok  Aik Belek. Tinggal kita menunggu keseriusan dan Pemda untuk membangun Pos Keamanan itu,” ucapnya.

Semestinya lanjut L. Fathurahman, Pemda Loteng melalui Disbudpar Loteng bisa merekrut atau menambah petugas keamanan untuk ditempatkan di titik – titik rawan di sepanjang kawasan Paiwisata Loteng, sehingga wisatawan yang adatang berkunjung bisa merasa nyaman dan betah tinggal di wilayah Loteng.”Disbudpar bisa mengangkat Satuan Pengaman (Satpam) yang nantinya di tempatkan di titik – titik rawan Kriminal, misalkan dengan gaji perbulannya sebesar Rp. 1 Juta. Dan Gaji sebesar Rp. 1 Juta per bulan untuk Satpam itu tidak akan menguras APBD Loteng melainkan bisa meningkatkan PAD Loteng, karena PAD Loteng dari sektor Pariwisata sangat besar dan setiap tahun mengalami peningkatan,”ujarnya.

Terhadap  persoalan di bidang pembangunan Pariwisata itu Pansus LKPJ DPRD Loteng yang diketuai L. Mas’ud merekomendasikan kepada Pemda Loteng melalui  Dishubkominfo Loteng dan dinas/instansi terkait untuk segera memasang rambu – rambu lalu lintas atau penunjuk arah jalan di sepanjang ruas jalan di kawasan Pariwisata Loteng. Dan merekomendasikan kepada Disbudpar Loteng untuk merencanakan dan menyusun anggaran untuk pembangunan Pos Keamanan di titik – titik rawan kriminal serta penambahan petugas keamanan.”Memang fakta dilapangan rambu – rambu jalan sangat kurang, bahkan begitu keluar dari dalam Kota Praya sudah tidak ada lagi ditemukan Rambu Jalan. Dan nanti akan kita tekan Dishubkominfo untuk segera memasang Rambu Jalan di kawasan Pariwisata. Masalah pembangunan Pos Keamanan akan kita koordinasikan dengan Pemda bagaimana caranya untuk dicarikan pos anggaran untuk pembangunan Pos Keamanan dan penambahan petugas keamanan,” ujar L. Mas’ud. |rul