Dewan Ucapkan Perpisahan ke Mamiq Supardan

Ada hal yang berbeda pada rapat paripurna di DPRD Loteng, Rabu (31/8) kemarin.  Disela-sela menutup rapat paripurna, Ketua DPRD Loteng H Ahmad Fuaddi FT menyempatkan dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada HL Supardan atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Sekda Loteng. “Atas pengadiannya selama ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga semuanya tercatat sebagai amal ibadah,” kata H Fuaddi sembari mengucapkan selamat jalan dan terus melanjutkan kariernya. Semoga dikariernya nanti juga bisa memberikan manfaat bagi Loteng khususnya dan NTB pada umumnya.

Politisi partai Golkar ini juga tidak puas-puasnya menyanjung HL Supardan atas sejumlah torehan yang telah diperbuat dan dilakukan untuk kemajuan Loteng. “Terima kasih banyak atas jasa-jasa selama ini,” terangnya.

Selain itu, selama masa pengadiannya sebagai Sekda, ia melihat HL Supardan merupakan orang pekerja keras,energik dan peduli terhadap bawahannya. Tidak hanya itu, dia (HL Supardan) juga orang yang bekerja sesuai dengan aturan dan orang yang patuh terhadap aturan. “Pokoknya HL Supardan adalah orang yang bagus dan patut dibanggakan,” tandasnya.

Seusai rapat paripurna, terlihat rasa haru tergambar dari sejumlah anggota DPRD yang hadir. Malah satu persatu anggota DPRD maju bersalaman dengan HL Supardan untuk mengucapkan terima kasih dan salah perpisahannnya.

Bahkan semua DPRD yang hadir dalam kesempatan itu berpose bersama dengan HL Supardan. Selain itu, rapat paripurna yang dihadiri HL Supardan merupakan rapat paripurna yang terakhir, karena mulai besok (hari ini red) HL Supardan sudah meninggal kantor Bupati Loteng.

Sementara, HL Supardan usai mengikuti rapat paripurna kepada sejumlah media mengucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membatunya selama ini dalam memberikan yang terbaik untuk Loteng.

Kemudian, ia berpesan kepada penggatinya nanti agar terus menjalin kerjasama dengan Legeslatif. Karena Eksekutif dan Legeslatif tidak bisa terpisahkan. Kalau itu tidak dijalin, maka pembangunan untuk Loteng akan bisa tersendat. “Äntara eksekutif dan legeslatif harus bergandeng tangan atau menjalin kerjasama yang baik, sehingga pembangunan di Loteng bisa terwujud,” pesannya.

Artinya, inilai PR yang harus dilanjut oleh pejabat Sekda baru. Yaitu menjalin kerjasama dengan baik. Jalin kerjasam juga tidak hanya dengan legeslatif,melainkan harus juga bisa menjalin kerjasama dengan semua SKPD dan semua pegawai di Loteng. “PR nya hanya satu bagi pejabat baru yakni menjaga keharmonisan dalam bekerja. Karena tanpa keharmonisan, organisasi tidak akan bisa jalan. Kalau yang lainnya tinggal  dilanjutkan saja,” terangnya.

Terakhir saat disinggung, seusainya menjabat sebagai pejabat kepegawaian tertinggi di Loteng, apa yang akan dilakukan. Ia menjawab kemungkinan akan kembali mengajar seperti dulu lagi. Selain itu, ia akan jalan sejumlah usahanya, seperti travel haji dan umrah. “Kemungikan bapak akan kembali mengajar lagi seperti dulu,” ungkapnya.

Namun, bila dilihat selama tujuh tahun menjabat sebagai Sekda,sejak periode kepemimpinan HL Wiratmaja berlanjut ke H Moh Suhaili FT hingga periode kedua ini, banyak hal yang telah dilakukan.baik dari segi pembangunan maupun pengelolaan birokrasi. Untuk pembangunan sendiri banyak hal yang muncul dari gagasannya. Seperti yang terlihat saat ini yakni Bencingah Adiguna, pembangunan pasarbuah di Pemepek dan pembangunan Masjid Agung. “Memang untuk masjid Agung masih menjadi tugas saya yang harus saya selesaikan,” tungkasnya. |dk