Komisi IV DPRD Sampaikan Penjelasan Tentang Ranperda Pengelolaan Zakat

Komisi IV DPRD Lombok Tengah, sampaikan draf ranperda mengenai pengelolaan zakat. Draf tersebut disampaikan, Ketua Komisi IV, Lalu Muhibban, pada Sidang Paripurna DPRD, Rabu (19/10) 2016 yang digelar di ruang rapat utama kantor DPRD setenpat.
lalu-arif-saat-sidangLalu Muhibban lebih lanjut menyampaikan, sebagaimana diketahui bersama, zakat memiliki tempat yang khusus dalam agama islam. Dimana masuk sebagai salah satu rukun islam yang berada diurutan ke 3 yang memerintahkan umat islam untuk menunaikan zakat.”Caranya dengan memberikan 2,5 persen dari uang simapanan kepada fakir miskin, namun terkadang kita lupa akan pentingnya zakat,”Katanya.
Zakat dalam Al-Quran lanjut Muhibban disebut lebih dari 400 kali dan 82 diantaranya bergandengan dengan pentingnya shalat. Dimana, zakat merupakan pembersih atas harta yang dimiliki setiap umat yang dinilai membuat konsep draf ranperda tersebut dinilai tak berlebihan.”Ini sesuai firman Allah SWT dalam pada surah Attoubah ayah 103, dimana Allah berfirman, ambilah zakat itu kepada mereka. Zakat itu membersihkan dan mensucikan jiwa,”Kutipnya.
Selain dalil agama tersebut, pengelolaan mengenai zakat telah diatur dalam undang-undang nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang kemudian diberhentikan dan dicabut pemberlakukanya oleh undang-undang nomor  23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.”Dimana undang-undang itu ditindak lanjuti dengan peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2014,”Ungkapnya.
Demikian pula dengan keberadaan perda zakat dinilai komisi IV sangat penting, karena karakter dan budaya masing-masing daerah sangat berbeda. Maka kondisi dan karakteristik daerah yang berbeda tersebut harus mendapat pengaturan yang jelas dengan sistim pengelolaan yang tepat sasaran.”Idealnya pengelolaan zakat dapat menunjang kemandirian ekonomi daerah,”Jelasnya.
Dengan jumlah penduduk Lombok tengah tahun 2014 sebanyak 903.432 jiwa, dimana sebanyak 895.661 beragama Islam , yang merupakan potensi zakat yang sangat besar. Jika saja semua penduduk itu mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 kilo gram beras yang setara dengan Rp.8000, maka total dana zakat yang bisa dikumpulkan sebesar Rp.17,9 miliar setiap tahun.”Jika 25 persen penduduk muslim itu bekerja dan bisa memberikan zakat harta Rp.50.000 setiap bulanya maka total dana yang bisa dikelola sebesar Rp.134,2 miliar,”Terangnya.
Melihat perhitungan itu, maka total zakat mal dan zakat fitrah pertahun yang bisa dikelola sebesar Rp.152 miliar lebih. Hal itu berlum termasuk berbagai macam sumber zakat yang bisa digali dari masyarakat lainya. Maka dengan kisaran angka kemisikinan di Lombok Tengah sebesar  16,3 persen, komisi III berpedapat, peran zakat,infaq dan sedekah bisa didorong berperan sebagai salah satu cara entaskan kemsiskinan.  (ding)