Dewan Sampaikan Hasil Resesnya Pada Masa Sidang ketiga DPRD

 Juru Bicara (Jubir) masing-masing  Daerah Pemilihan (Dapil) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah sampaikan hasil reses masa sidang ketiga tahun 2016, pada Sidang Paripurna yang digelar DPRD, Senin (24/10) 2016 di ruang sidang utama Kantor DPRD setempat.
Sidang tersebut, dipimpin oleh Wakil DPRD, HL.Nasip,Sp dan dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, L.Pathul Bahri,S.Ip dan dihadiri pula oleh hampir seluruh anggota dewan dan jajaran SKPD se Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam sidang tersebut, yang pertama menyampaikan hasil resesnya adalah anggota dewan yang berasal dari Dapil I kecamatan Praya-Praya Tengah melalui juru bicaranya yakni salah satu anggota dewan dari Dapil I, H.Ahkam. Ia menyampaikan kalau masyarakat meminta agar segera dilakukan peningkatan status jalan.”Misalnya jalan desa meningkat jadi jalan kabupaten, jalan kabupaten menjadi jalan provinsi,”Katanya.
Selain itu, berbagai pelatihan untuk menigkatakan kapasitas pemuda juga sangat diharapakan. Di bidang pendidikan, juga diperlukan peningkatan insentif guru khsususnya bagi para guru yang belum bisa mendapatkan dana sertifikasi.”Dibidang ekonomi, masyarakat mengharpkan mudahnya akses perbankan untuk bantual modal untuk usaha mikro dan usaha kecil,”Ungkapnya.
Adapun warga Dapil II kecamatan Kopang-Janapria, melalui Jubir anggota Dewan Dapil II,M.Tohri menyampaikan, masyarakat Kopang-Janapria sangat memperhatikan sarana olah raga mereka. Untuk itu, mengharapkan agar lapangan Jelojok direvitalisasi. “Dibidang pertanian, masyarakat mengharapkan agar embung segera diperbaiki. Di Kopang 7 embung dan di Janapria 28 embung, tapi rata-rata telah terjadi sedimentasi sehingga dangkal dan perlu dikeruk dan ditanggul,”Katanya.
Begitu juga dengan sampah yang kini sudah beragam jenisnya akibat terjadinya pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Lahan untuk membuang sampah semakin berkurang, sehingga masyarakat membuang sampah mereka disembarang tempat.”Hal itu terlihat pada dua pasar yang ada yakni pasar jelojok Kopang dan pasar Batu Bungus Janapria. Dipasar tersebut, sampah berserakan tanpa pengolahan dan diangkut petugas,”Tuturnya.
dprd-gelar-sidang-hasil-resesSelain itu, pemerintah diharapkan benar-benar memberikan perhatian khusus kepada pemerintah desa yang saat ini banyak terjerat oleh hukum. Untuk itu, melalui dinas terkait diharapkan memberikan pembinaan. Pembinaan juga perlu diberikan kepada petani tembakau karena Kopang-Janapria merupakan wilayah centra tembakau.”Kesejahteraan guru yang belum terkaper oleh sertifikasi juga sangat penting berupa intensif untuk meningkatkan kesejehteraan mereka,”Tandasnya.
Masyarakat Dapil III Pujut-Praya Timur melalui para anggota dewan dari daerah tersebut, seperti disampaikan Jubir, Jayanti Umar,SPd menyampaikan, kalau warga setempat meminta agar sejumlah jalan alternative yang ada segera diaspal. Meminta pemerintah kawal RPJMDes sehingga apa yang sudah direncanakan didesa tersebut terealisasi.”Begitu juga soal PDAM yang banyak memasang sambungan untuk rakyat namun , tidak air yang mengalir,”Ungkapnya.
Terkait dengan rencana pembangunan Kantor Bupati, masyarakat Pujut-Praya Timur berharap agar pemabngunanya bisa dilakukan secara parallel dengan pembangunan Bendungan Mujur. Sehingga infrastruktur untuk kesejahteraan petani itu, tidak dikesampingkan oleh pemerintah.”Selain itu, diminta gar puskesmas Ganti dan Mujur segera direlokasi. Karena areanya sangat kecil dan ada yang masih berada dilahan milik masyarakat,”Imbuhnya.
Para anggota dewan dari Dapil IV Praya Barat-Praya Barat Daya melalui Jubirnya, Kamarudin,Spd menyampaikan kalau warga setempat, berharap agar pemerintah segera membuka jalan usaha tahi yang baru. Mengingat warga setempat mayoritas ssebagai petani.”Begitu juga dengan fasilitas sumber air bersih seperti sumur bor, sangat diharapkan warga. Hal itu seklaigus untuk menunjang berbagai macam sara kesehatan yang dibutuhkan dalam membangun pariwisata,”Jelasnya.
Untuk warga yang ada di Dapil V Jonggat-Pringgarata, melalui Jubir anggota dewan dari Dapil tersebut yakni, Hadi Ihksan,S.Ag mengatakan, masyarakat setempat juga banyak meminta segera dibuatkan sumur bor, khususnya diwilayah yang selama ini sulit air bersih.”Begitu juga jalan antar desa dan antar dusun, dimohon agar segera diperbaiki, paling tidak dlakukan pengkerasan,”Katanya.
Dibidang pertanian, warga Jonggat-Pringgarata berharap agar kelangkaan pupuk jangan sampai terjadi, melatih PPL sehingga maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Bansos khususnya dibidang pendidikan diharapkan disamaratakan, sehingga bantuan itu tidak hanya menumpuk pada satu lembaga pendidikan saja.”Terkait dengan besarnya anggaran yang masuk didesa, masyarakat berharap agar adanya koordinasi dan pengawasan, agar pemabngunan seperti yang diharapkan warga bisa terwujud,”Tukasnya.
Sementara itu, warga Dapil VI Batukliang-Batukliang Utara melalui Jubir dewan setempat, Hajajh Nurul Adha  berpendapat, agar tak ada lagi kepala desa yang terjerat hukum, maka pemerintah harus lebih konsen dalam memberikan kapasitas bagi staf desa khususnya dengan materi tentang bagaimana management dan pengelolaan keuangan desa.”Dibidang pariwisata, sudah lama dan sering kami sampaikan destinasi Taman Wisata Aik Bukak untuk segera direnovasi, kalau tidak taman itu akan jadi museum,”Tandasnya.
Dibidang ekonomi kreatif, warga setempat meminta agar pemerintah meningkatkan berbagai macam pelatihan kahlian kerjainan seperti menjahit dan perbengkelan. Begitu juga dibidang peternakan, warga meminta bantuan bibit dan perbaikan kolam. Dibidang insfrastruktur, ada salah satu jembatan yang dinilai memprihatinkan.”Jembatan itu sering dilalui oleh Dum Truk, itu sangat membahayakan karena kondisinya sudah mulai rusak,”Ujarnya. (ding)