Anggota Dewan Ini Minta Agar Sejumlah Tempat Wisata Dikelola Pihak Ketiga

Sejumlah potensi wisata yang ada di bagian utara Lombok Tengah, diminta diserahkan pengelolaanya kepada pihak ke tiga. Hal itu agar berbagai destinasi wisata itu dikelola secara professional sehingga bisa berkembang dengan pesat. Demikian disampaikan salah seorang anggota DPRD Dapil VI Batukliang-Batukliang Utara, Supriadi, Kamis (20/7) 2017 di Kantornya.
Dengan pengelolaan oleh pihak ketiga tersebut, maka jelas pihak yang bertanggung jawab bila tempat-tempat wisata itu tidak terkelola dengan baik. Namun yang perlu diperhatikan, saat pemerintah daerah memutuskan untuk memberikan pengelolaan terhadap pihak ketiga, terlebih dahulu harus melalui uji kelayakan oleh DPRD. “Karena kami sebagai wakil dari utara, tentu tidak ingin agar pengelolaan tempat-tempat wisata itu berjalan ditempat,”katanya.
Supriadi mencontohkan, seperti taman aik bukak yang hingga saat ini secara fisik saja kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal taman aik bukak itu salah satu destinasi wisata tertua di Lombok Tengah yang mestinya saat ini kondisinya sudah jauh berbeda pada tahun-tahun sebelumnya.”Tapi  apa yang kita lihat disana, kondisi bangunanya sama sekali tidak pernah direhab. Begitu juga aula dan penginapan yang ada disana rusak berat dan tidak terawat,”ujarnya.
Begitu juga dengan hortipark yang ada di Kebun Kopi setiling lanjut Supriadi, alangkah baiknya pengelolaanya diberikan kepada pihak ketiga yang professional dibidangnya. Karena jelas-jelas pemerintah daerah sudah tidak mampu megelola Hortipark tersebut, buktinya kondisi Hortipark itu hingga saat ini masih seeprti saat dilounching dulu.:”Syukur provinsi pada tahun 2018 mengahruskan agar destinasi wisata itu dianggarkan walau hanya Rp.200 juta,”ungkapnya. (ding)